Terdampar ditanah kelahiran Kapitan Pattimura

Berawal dari ajakan salah satu teman ke Gorontalo hanya diberi waktu 5 menit untuk berpikir memberikan jawaban ikut atau tidak,itu rasanya seperti ditanya calon mertua pertama kali,antara gugup dan senang hahah.
Gugup karena ini ajakan serius atau bercanda dan kenapa aku yg diajak ? padahal ilmu ku masih dasar dalam bidang geodesi, terus kenapa senang ? iyaa karena ini "my passion" yaa masih bermimpi menginjakan kaki ditanah papua dapat ajakan ke pulau celebes tak ada salahnya :)
Sore itu kita berkumpul di antapani untuk pengecekan ulang barang - barang yang harus dibawa,kemudian kami pun melanjutkan ke pasteur untuk naik travel menuju bandara soekarno hatta,tiba sekitar jam 22.00 Wib kami pun langsung makan malam dilanjut dengan kopi break lalu cek in..setelah tiket pesawat dibagikan lalu saya baca disitu baru saya tau ternyata tujuan kita itu ambon bukan gorontalo..hahah,
Sedikit kaget banyak cemas nya..kenapa tidak bilang dari awal ? kenapa ke ambon ? itu pertanyaan yang ada diotak. untuk mundur pun rasanya tidak mungkin..takut sihh, bukan rahasia lagi masa masa kelam indonesia di tahun 2000 ketika kerusuhan ambon pecah, umat islam dibantai disana.
Pesawat take off sekitar jam 01.00 dini hari dan tiba diambon sekitar pukul 05.00..diambon sudah jam 07.00 kita sudah masuk waktu indonesia timur. karena sedikit pusing dan mata juga belum istirahat kita minum kopi disekitaran bandara pattimura sambil menunggu mobil yang akan menjemput kita.


Dikota manapun bahkan ditimur indonesia ternyata rumah makan padang itu selalu ada yaa walaupun yang jualan nya bukan orang minang tapi rasa nya rendang tetap sama :) heuheu
Setelah minum kopi dan sarapan mobil jemputan sudah datang lalu kita diantar untuk berkeliling kota ambon sebelum menuju tujuan utama desa negeri lima, ambon kota nya tertib dan lengang tidak macet seperti dikota - kota besar dan di ambon itu tidak ada alfa mart,yomart atau indomart..tapi beruntung harga premium sama seperti di pulau jawa tapi harga sembako tetap mahal disini..
Setelah keliling - keliling kota dan melihat jembatan merah putih, kita diantar menuju negeri lima sekitar 2 - 3 jam dari kota ambon.

                                                               ( Kota Ambon )

                                                      ( Jembatan Merah putih )

 Sepanjang jalan menuju negeri lima banyak berdiri pos pos keamanan TNI hampir disetiap perbatasan antar desa,sempat kaget dan takut juga ketika mobil yang kita tumpangi dipaksa berhenti oleh salah satu kelompok warga karena kaca mobil nya ditutup semua..mereka menduga kita adalah musuhnya..yang lebih bikin jantung mau copot sebelumnya telah terjadi bentrokan antar desa yang memakan korban jiwa antara desa seith dengan negeri lima, sampai sekarang kedua desa tersebut masih memanas.
kita menemui kepala adat negeri lima atau warga disini bilang bapak raja meminta ijin menginap dan melakukan kegiatan survey didesa nya untuk beberapa minggu kedepan.
Hampir 2 minggu kita melakukan survey di negeri lima banyak sekali pengalaman unik mulai dari makan daging rusa,makan papeda dengan kuah ikan,makan kue khas ambon entah apa itu nama nya yang jelas bentuk nya mirip kue cucur kalau dijawa barat..bisa berkenalan dengan penduduk setempat bapak ridwan yang jago bikin sambal colo - colo,bapak nawi yang jago mancing ikan,manjat pohon langsat,bisa dikatakan mereka penjaga hutan dan danau way ela karena sering nya masuk keluar hutan.. hehe
banyak suka dan duka yang kita lewati disini,,sedih karena tidak bisa menonton tayangan sepak bola tim kebanggaan bertanding dikarenakan disini mati listrik setiap malam,alhasil selama disini kami tidak pernah menonton tv hahah, tapi untung nya sinyal telepon seluler masih kencang.

                                                              
                                                                 ( Land Surveying )

-Terima kasih bapak Raja negeri lima yang sudah menjaga dan memberi tumpangan untuk istirahat selama kita dinegeri lima,
-Terima kasih ibu raja yang sudah merawat saya ketika sakit
-Terima kasih warga negeri lima yang sudah membantu kegiatan kita selama disini,bapak sekertaris,bapak ridwan,bapak nawi,bapak abdul dan bapak ibrahim
-Terima kasih Upang ( Sepupu nya bapak raja ) yang sudah sering mengajak jalan jalan kepantai
-Terima kasih Tante ana yang sering masakin buat kita,rasa papeda nya aneh tapi ikan kuah kuning nya enak sekali :)
-Terima kasih bang fendy yang sudah mengantar kita keliling ambon
-Terima kasih Ambon..
#See you again :)
Damai selalu untuk kita semua..
Bhinneka tunggal ika.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kisah dari Argopuro

Satu Malam di Gili Trawangan

Ada cerita dari Segara anak.