Ada cerita dari Segara anak.
Segara Anak adalah danau kawah Gunung Rinjani yang terletak di Nusa Tenggara Barat, Lombok, Indonesia. Nama Segara Anak berarti Anak Laut diberikan nama itu karena warna biru mengingatkan danau laut, menurut beberapa sumber katanya begitu. :)
Danau ini terletak diketinggian kurang lebih 2000 Mdpl, ditengah Danau terlihat Gunung Baru Jari yaitu Gunung Anak Rinjani yang masih aktif,
( View Danau Segara Anak )
Jalan menuju ke Danau ini tidaklah mudah, bagi saya seorang Traveler Pemula, Hhaha !! beda dengan Seorang Guide / Porter Gunung Rinjani yang sudah tidak bisa terhitung mungkin berapa kali naik dan turun ke danau ini :)
Melanjutkan cerita saya tentang Menggapai Puncak Rinjani, mungkin ini bisa dikatakan bagian lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang Gunung Rinjani.
Siang itu sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat, saya tiba di Camp Plawangan sembalun,saya turun berdua karena sebagian teman saya sudah duluan turun dari Puncak. sesampai di camp saya bergegas memasak beberapa mie instan untuk mengganjal perut yang kelaperan. tak lama berselang satu persatu teman saya bangun dan memulai packing barang dan tenda untuk melanjutkan perjalanan ke danau segara anak.tapi 2 teman saya memutuskan untuk turun ke sembalun dikarenakan jadwal yang mepet, meskipun sedih ditinggal 2 orang teman akhirnya kita berempat memutuskan untuk turun.
( Suasana Packing di Plawangan Sembalun )
Sekitar jam 14.00 dengan logistik seadanya kita optimis bisa turun ke danau dengan harapan mendapatkan Ikan untuk makan disana, saya sudah menyiapkan beberapa mata kail dan umpan yang khusus didatangkan dari bandung :D hahah, Keajaiban muncul ketika kita mau barter logistik karena stok kopi kita lumayan banyak berharap mendapatkan beras, ternyata persediaan beras porter yang pas - pasan usaha kita tidak membuahkan hasil, malah kita dikasih sekantong kancang panjang dan setengah botol minyak goreng, lumayan lah buat ganjel perut.
Meskipun di plawangan sembalun ada warung ( jangan heran bila ada warung digunung ) hehhe, mungkin beberapa pendaki yg sudah naik Gunung Gede,Gunung Papandayan bahkan Gunung Semeru pun ada warung disana :)
Warung di plawangan sembalun hanya menjual biskuit,Rokok,Bir dan beberapa botol minuman lainnya, jgn heran juga bila harganya tinggi, 2 kotak rokok dan 2 bungkus kue mereka jual dengan harga 125 ribu rupiah, Hhahaha
karena diantara kita berempat ada seorang smoker yg aktif kita terpaksa membelinya, setelah persiapan dirasa cukup kita melanjutkan perjalanan kembali.
Naik tidak mau,turun lutut bergetar, mungkin itu kata yang pas untuk digambarkan pada saat itu, karena jalan turun dari plawangan sembalun ke segara anak itu cukup terjal, track nya didominasi oleh batu cadas yang tajam, samping jurang yang dalam. banyak - banyak berdoalah kita semua,
( Track menuju danau segara anak dari plawangan sembalun )
Beberapa kali mungkin kita harus berhenti karena beratnya medan dan beban yang kita bawa, sempat terpikir bagaimana kalau pihak TNGR membuat Flying Fox saja dari Plawangan sembalun ke Danau segara anak :D hahaha *idebodoh*
ditengah perjalanan saat break kita melihat gumpalan awan yang masuk kedalam sela - sela diantara tebing - tebing cadas yang cukup mengagumkan
( Di balik tebing plawangan sembalun )
Hampir 3 jam kita berjalan, setelah melewati turunan yang terjal akhirnya kita sampai di Segara anak, karena hari sudah mulai malam kami kesulitan mencari tempat yang nyaman untuk ngecamp, hanya ada beberapa tenda malam itu letaknya pun berjauhan, setelah survey lokasi kita mendirikan tenda, bergegas untuk masuk tenda karena udara lumayan cukup dingin, setelah masak kita istirahat sebagian ada yang tidur dan sebagian lagi diisi dengan bercerita sambil minum kopi khas lombok :)
Di pagi harinya..malas sekali untuk bangun tapi karena mendengar riuh nya salah seorang porter yang berhasil menangkap ikan aku pun jadi iri ingin mancing, bergegaslah keluar tenda sambil menyiapkan alat pancing walau pun belum cuci muka tetap aja pede hahaha, 1 jam duduk dipinggir danau kabutnya masih ada, matahari belum muncul, badan udah menggigil ikan tak satu pun dapat, porter sebelah malah asyik menarik joran nya, sudah mulai putus asa disitu, aku coba lihat umpan apa yang dipakai nya, ternyata hanya sepotong ubi kecil - kecil, tak habis pikir, umpan yang saya bawa jauh - jauh udh dikasih keju, mungkin hanya dijilat doank sama ikan nya, hahhaha , sudah lah putus asa, kembali ke tenda untuk menyiapkan sarapan,
kumpul beberapa pendaki dipagi itu, kita mulai berkenalan satu sama lain, tak lama berselang mereka mulai membarter logistik mereka, keajaiban pun datang, memang Tuhan itu maha asyik :)
mereka memberikan ikan hasil pancingan nya kepada kita, selain itu mereka memberikan beras dan bumbu dapur lainnya, senang rasanya saat itu, saya yang ingin sekali makan ikan danau segara anak akhirnya tercapai juga, kita sarapan dengan lahap memberikan asupan energi yang hilang,
( Kelakuan, Habis makan bobo lagi :D haha )
( Kebiasaan Bapak, Habis makan iya ngopi :D )
Siang yang cerah itu kita isi dengan macam - macam kegiatan, dari mulai foto - foto, berendam di air panas, sampai mandi di danau segara anak, tak jauh dari camp segara anak jalan sekitar 10 menit kita akan sampai di air terjun yang hangat berdekatan dengan sumber air, berendam disitu serasa dipijit, karena sehabis berendam badan terasa segar kembali.ada satu tempat lagi yang ingin didatangin yaitu Gua Susu, gua yang sangat bagus namun sayang karena hari sudah terlanjur sore dan mau gelap saya urung kan niat saya untuk kesana.
Malam kedua di Segara anak,
Saya kaget ketika melihat cahaya panjang, awalnya saya kira itu cahaya lampu, ternyata itu cahaya api, jalur nya membentuk seperti iringan berjajar, mungkin karena musim kemarau yang panjang mengakibatkan kebakaran disana, tidak mungkin juga ada pendaki yang sengaja membakar atau membuang puntung rokok nya disitu, soalnya itu jalur yang sangat terjal.
Pagi kedua di Segara anak, kita mulai packing dan bersiap untuk pulang melalui Senaru, selain track beda kita penasaran juga ingin melihat suku sasak lebih dekat,
( Bersiap menuju Senaru )
Jam 10.00 kita memulai perjalanan kembali menuju pintu senaru, menyusuri pinggiran danau dan beberapa ranjau yang dipasang oleh para pendaki hahahaha
sayang lagi - lagi sampah dimana - mana, kalau ranjau kan masih bisa ditimbun, nah ini sampah kaleng bekas gas, dan beberapa bungkus makanan mewarnai sekitaran danau segara anak,
Jalur dari Segara anak menuju Plawangan Senaru ternyata sama saja, masih didominasi oleh bebatuan cadas,namun cukup rimbun karena banyak pohon, beberapa jam berjalan perut sudah terasa keroncongan kembali, ketika dijalan melihat pendaki asal malaysia yang lagi menikmati coklat itu rasanya seperti nikmat sekali, apa lagi kita sempat berpapasan dengan porter yang sedang istirahat sambil memakan kerak nasi, ughhh kayanya nikmat sekali Hhahaha, kita sempat bernegosiasi dengan salah satu porter untuk membeli nanasnya yang masih utuh menggantung dipikulan nya,bapak katanya berani bayar 100 ribu untuk 1 nanas Hahhaha, tapi dia ( porter ) menolaknya dengan alasan tidak ingin mengecewakan tamu nya :) ( Sungguh luar biasa porter ini )
( Segara anak dari jalur Senaru )
Sekitar tengah hari kita sampai di plawangan senaru, saya sempat kaget ketika salah satu teman saya ( Bapur ) dia berkata : maju beberapa langkah lagi kamu akan melihat keindahan lainnya?? saya penasaran dan segera melihatnya, ternyata yang dia maksud adalah hamparan awan, mirip permadani , sungguh luar biasa. biasa nya saya melihat pas sunrise hamparan awan seperti itu tapi kali ini tengah hari.
( Permadani awan dari Plawangan senaru )
Kita break dulu sambil melihat pemandangan, membuka bekal yang kita buat disegara anak,sambil menghisap tembakau asli lombok. setelah dirasa cukup kita kembali melanjutkan perjalanan,track batu dilanjutkan dengan pasir merah mewarnai track senaru, tapi setelah memasuki area hutan tanah yang cukup lebat, track lebih enak namun rintik" air mengiringi setiap langkah kita, pos demi pos kita lewati, langkah sudah mulai gontai, badan sudah mulai lemas, hari semakin gelap dan kami tetap melanjutkan perjalanan dengan ceria, hingga di suatu tempat saya sempat mendengar beberapa monyet teriak - teriak, pohon - pohon pun mereka goyangkan, entah apa tujuan nya, namun berpikir positif aja dan berdoa, hingga akhirnya sebelum magrib tiba alhamdulilah kita sudah sampai di pintu senaru, rasa senang terpancar dari setiap kawan - kawanku. kita break dulu disalah satu warung sambil mengganjal perut.
( Pintu Senaru )
Ternyata dari pintu Senaru ke jalan raya itu lumayan jauh lagi, kita sempat ditawari untuk naik ojeg,namun ada salah satu pendaki yang menyarankan untuk jalan kaki saja, cuma 15 menit katanya.
kita bergegas kembali,jalan semakin gelap belum ada tanda - tanda rumah warga sama sekali, headlamp mendadak redup, saya berjalan paling belakang, setelah berjalan beberapa lama dari kejauhan terlihat 2 sinar bulat, saya kira itu teman yang menunggu, ternyata itu seekor anjing tapi bulu nya belang mirip loreng macan, mungkin serigala, atau apalah yang penting jangan menggangu saja, tapi emang bener - bener serem jalan dari pintu senaru menuju rumah warga :D hehe
tak lama kemudian kita sampai disalah satu home stay,
( Tak nampak wajah lelah pada mereka :) )
Kita sepakat untuk bermalam dihomestay dan memulai perkenalan dengan backpacker asal Padang,
( Jalur menuju Pintu Senaru dipagi hari )
( Home Stay ' Lintang Senaru' )
( Supir Truk dan Calo :D hahah )
( Packing lagi, Siap lagi, Gili Trawangan Ayem Kaming :) )
Bangun pagi, Mandi, Sarapan,packing dan tak lupa kita semua berpamitan kepada tuan rumah yang sudah menjamu kita dengan hangat, Terima kasih Pak, atas tumpangan nya :)
setelah diskusi yang cukup alot, kita sepakat untuk ke Gili trawangan ditambah teman perjalanan kita makin banyak, makin seru nih, !!
( Pengembara dan Pesona supir truk :) )
*Tunggu cerita saya selanjutnya di Gili Trawangan dan Bali :)
Danau ini terletak diketinggian kurang lebih 2000 Mdpl, ditengah Danau terlihat Gunung Baru Jari yaitu Gunung Anak Rinjani yang masih aktif,
( View Danau Segara Anak )
Jalan menuju ke Danau ini tidaklah mudah, bagi saya seorang Traveler Pemula, Hhaha !! beda dengan Seorang Guide / Porter Gunung Rinjani yang sudah tidak bisa terhitung mungkin berapa kali naik dan turun ke danau ini :)
Melanjutkan cerita saya tentang Menggapai Puncak Rinjani, mungkin ini bisa dikatakan bagian lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang Gunung Rinjani.
Siang itu sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat, saya tiba di Camp Plawangan sembalun,saya turun berdua karena sebagian teman saya sudah duluan turun dari Puncak. sesampai di camp saya bergegas memasak beberapa mie instan untuk mengganjal perut yang kelaperan. tak lama berselang satu persatu teman saya bangun dan memulai packing barang dan tenda untuk melanjutkan perjalanan ke danau segara anak.tapi 2 teman saya memutuskan untuk turun ke sembalun dikarenakan jadwal yang mepet, meskipun sedih ditinggal 2 orang teman akhirnya kita berempat memutuskan untuk turun.
( Suasana Packing di Plawangan Sembalun )
Sekitar jam 14.00 dengan logistik seadanya kita optimis bisa turun ke danau dengan harapan mendapatkan Ikan untuk makan disana, saya sudah menyiapkan beberapa mata kail dan umpan yang khusus didatangkan dari bandung :D hahah, Keajaiban muncul ketika kita mau barter logistik karena stok kopi kita lumayan banyak berharap mendapatkan beras, ternyata persediaan beras porter yang pas - pasan usaha kita tidak membuahkan hasil, malah kita dikasih sekantong kancang panjang dan setengah botol minyak goreng, lumayan lah buat ganjel perut.
Meskipun di plawangan sembalun ada warung ( jangan heran bila ada warung digunung ) hehhe, mungkin beberapa pendaki yg sudah naik Gunung Gede,Gunung Papandayan bahkan Gunung Semeru pun ada warung disana :)
Warung di plawangan sembalun hanya menjual biskuit,Rokok,Bir dan beberapa botol minuman lainnya, jgn heran juga bila harganya tinggi, 2 kotak rokok dan 2 bungkus kue mereka jual dengan harga 125 ribu rupiah, Hhahaha
karena diantara kita berempat ada seorang smoker yg aktif kita terpaksa membelinya, setelah persiapan dirasa cukup kita melanjutkan perjalanan kembali.
Naik tidak mau,turun lutut bergetar, mungkin itu kata yang pas untuk digambarkan pada saat itu, karena jalan turun dari plawangan sembalun ke segara anak itu cukup terjal, track nya didominasi oleh batu cadas yang tajam, samping jurang yang dalam. banyak - banyak berdoalah kita semua,
( Track menuju danau segara anak dari plawangan sembalun )
Beberapa kali mungkin kita harus berhenti karena beratnya medan dan beban yang kita bawa, sempat terpikir bagaimana kalau pihak TNGR membuat Flying Fox saja dari Plawangan sembalun ke Danau segara anak :D hahaha *idebodoh*
ditengah perjalanan saat break kita melihat gumpalan awan yang masuk kedalam sela - sela diantara tebing - tebing cadas yang cukup mengagumkan
( Di balik tebing plawangan sembalun )
Hampir 3 jam kita berjalan, setelah melewati turunan yang terjal akhirnya kita sampai di Segara anak, karena hari sudah mulai malam kami kesulitan mencari tempat yang nyaman untuk ngecamp, hanya ada beberapa tenda malam itu letaknya pun berjauhan, setelah survey lokasi kita mendirikan tenda, bergegas untuk masuk tenda karena udara lumayan cukup dingin, setelah masak kita istirahat sebagian ada yang tidur dan sebagian lagi diisi dengan bercerita sambil minum kopi khas lombok :)
Di pagi harinya..malas sekali untuk bangun tapi karena mendengar riuh nya salah seorang porter yang berhasil menangkap ikan aku pun jadi iri ingin mancing, bergegaslah keluar tenda sambil menyiapkan alat pancing walau pun belum cuci muka tetap aja pede hahaha, 1 jam duduk dipinggir danau kabutnya masih ada, matahari belum muncul, badan udah menggigil ikan tak satu pun dapat, porter sebelah malah asyik menarik joran nya, sudah mulai putus asa disitu, aku coba lihat umpan apa yang dipakai nya, ternyata hanya sepotong ubi kecil - kecil, tak habis pikir, umpan yang saya bawa jauh - jauh udh dikasih keju, mungkin hanya dijilat doank sama ikan nya, hahhaha , sudah lah putus asa, kembali ke tenda untuk menyiapkan sarapan,
kumpul beberapa pendaki dipagi itu, kita mulai berkenalan satu sama lain, tak lama berselang mereka mulai membarter logistik mereka, keajaiban pun datang, memang Tuhan itu maha asyik :)
mereka memberikan ikan hasil pancingan nya kepada kita, selain itu mereka memberikan beras dan bumbu dapur lainnya, senang rasanya saat itu, saya yang ingin sekali makan ikan danau segara anak akhirnya tercapai juga, kita sarapan dengan lahap memberikan asupan energi yang hilang,
( Kelakuan, Habis makan bobo lagi :D haha )
( Kebiasaan Bapak, Habis makan iya ngopi :D )
Siang yang cerah itu kita isi dengan macam - macam kegiatan, dari mulai foto - foto, berendam di air panas, sampai mandi di danau segara anak, tak jauh dari camp segara anak jalan sekitar 10 menit kita akan sampai di air terjun yang hangat berdekatan dengan sumber air, berendam disitu serasa dipijit, karena sehabis berendam badan terasa segar kembali.ada satu tempat lagi yang ingin didatangin yaitu Gua Susu, gua yang sangat bagus namun sayang karena hari sudah terlanjur sore dan mau gelap saya urung kan niat saya untuk kesana.
Malam kedua di Segara anak,
Saya kaget ketika melihat cahaya panjang, awalnya saya kira itu cahaya lampu, ternyata itu cahaya api, jalur nya membentuk seperti iringan berjajar, mungkin karena musim kemarau yang panjang mengakibatkan kebakaran disana, tidak mungkin juga ada pendaki yang sengaja membakar atau membuang puntung rokok nya disitu, soalnya itu jalur yang sangat terjal.
Pagi kedua di Segara anak, kita mulai packing dan bersiap untuk pulang melalui Senaru, selain track beda kita penasaran juga ingin melihat suku sasak lebih dekat,
( Bersiap menuju Senaru )
Jam 10.00 kita memulai perjalanan kembali menuju pintu senaru, menyusuri pinggiran danau dan beberapa ranjau yang dipasang oleh para pendaki hahahaha
sayang lagi - lagi sampah dimana - mana, kalau ranjau kan masih bisa ditimbun, nah ini sampah kaleng bekas gas, dan beberapa bungkus makanan mewarnai sekitaran danau segara anak,
Jalur dari Segara anak menuju Plawangan Senaru ternyata sama saja, masih didominasi oleh bebatuan cadas,namun cukup rimbun karena banyak pohon, beberapa jam berjalan perut sudah terasa keroncongan kembali, ketika dijalan melihat pendaki asal malaysia yang lagi menikmati coklat itu rasanya seperti nikmat sekali, apa lagi kita sempat berpapasan dengan porter yang sedang istirahat sambil memakan kerak nasi, ughhh kayanya nikmat sekali Hhahaha, kita sempat bernegosiasi dengan salah satu porter untuk membeli nanasnya yang masih utuh menggantung dipikulan nya,bapak katanya berani bayar 100 ribu untuk 1 nanas Hahhaha, tapi dia ( porter ) menolaknya dengan alasan tidak ingin mengecewakan tamu nya :) ( Sungguh luar biasa porter ini )
( Segara anak dari jalur Senaru )
Sekitar tengah hari kita sampai di plawangan senaru, saya sempat kaget ketika salah satu teman saya ( Bapur ) dia berkata : maju beberapa langkah lagi kamu akan melihat keindahan lainnya?? saya penasaran dan segera melihatnya, ternyata yang dia maksud adalah hamparan awan, mirip permadani , sungguh luar biasa. biasa nya saya melihat pas sunrise hamparan awan seperti itu tapi kali ini tengah hari.
( Permadani awan dari Plawangan senaru )
Kita break dulu sambil melihat pemandangan, membuka bekal yang kita buat disegara anak,sambil menghisap tembakau asli lombok. setelah dirasa cukup kita kembali melanjutkan perjalanan,track batu dilanjutkan dengan pasir merah mewarnai track senaru, tapi setelah memasuki area hutan tanah yang cukup lebat, track lebih enak namun rintik" air mengiringi setiap langkah kita, pos demi pos kita lewati, langkah sudah mulai gontai, badan sudah mulai lemas, hari semakin gelap dan kami tetap melanjutkan perjalanan dengan ceria, hingga di suatu tempat saya sempat mendengar beberapa monyet teriak - teriak, pohon - pohon pun mereka goyangkan, entah apa tujuan nya, namun berpikir positif aja dan berdoa, hingga akhirnya sebelum magrib tiba alhamdulilah kita sudah sampai di pintu senaru, rasa senang terpancar dari setiap kawan - kawanku. kita break dulu disalah satu warung sambil mengganjal perut.
( Pintu Senaru )
Ternyata dari pintu Senaru ke jalan raya itu lumayan jauh lagi, kita sempat ditawari untuk naik ojeg,namun ada salah satu pendaki yang menyarankan untuk jalan kaki saja, cuma 15 menit katanya.
kita bergegas kembali,jalan semakin gelap belum ada tanda - tanda rumah warga sama sekali, headlamp mendadak redup, saya berjalan paling belakang, setelah berjalan beberapa lama dari kejauhan terlihat 2 sinar bulat, saya kira itu teman yang menunggu, ternyata itu seekor anjing tapi bulu nya belang mirip loreng macan, mungkin serigala, atau apalah yang penting jangan menggangu saja, tapi emang bener - bener serem jalan dari pintu senaru menuju rumah warga :D hehe
tak lama kemudian kita sampai disalah satu home stay,
( Tak nampak wajah lelah pada mereka :) )
Kita sepakat untuk bermalam dihomestay dan memulai perkenalan dengan backpacker asal Padang,
( Jalur menuju Pintu Senaru dipagi hari )
( Home Stay ' Lintang Senaru' )
( Supir Truk dan Calo :D hahah )
( Packing lagi, Siap lagi, Gili Trawangan Ayem Kaming :) )
Bangun pagi, Mandi, Sarapan,packing dan tak lupa kita semua berpamitan kepada tuan rumah yang sudah menjamu kita dengan hangat, Terima kasih Pak, atas tumpangan nya :)
setelah diskusi yang cukup alot, kita sepakat untuk ke Gili trawangan ditambah teman perjalanan kita makin banyak, makin seru nih, !!
( Pengembara dan Pesona supir truk :) )
*Tunggu cerita saya selanjutnya di Gili Trawangan dan Bali :)








Pemandangan Danau Segara luar biasa,subhanallah bagus banget, pengen banget kesana.
BalasHapus