Menggapai Puncak Rinjani

Tanggal 27 Agustus 2014,Saya bergegas menuju ibu kota untuk berkumpul bersama kawan-kawan dari Pendaki Merah Putih Jakarta,dimulai dari terminal Leuwi Panjang Bandung saya menuju Bekasi untuk menemui salah satu kawan saya dan menginap dirumahnya,sekalian melepas rindu bersamanya :) ,besoknya Tgl 28 Agustus 2014 kita bergegas menuju Stasiun Jakarta Kota meetpoint pertama,disana sudah berkumpul Bapur ( Bagus Purwanto ) asal Paku Aji Tangerang,Bang Adi Nugroho asal Jakarta walau ada darah Kediri katanya dan Wiwin ( Istiya Marwinda ) asal Bangka yang kuliah disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta,dan ada 2 teman saya yang mengantar Jon Rudy Prianto dan Rizki ( Kiki Sahabat satwa ).Tepat Jam 11.00 Wib Kereta Gaya baru malam berangkat menuju Stasiun Surabaya Gubeng, Petualangan dimulai !! :)

                                   ( Tiket Kereta Api Gaya baru malam Jkt - Sby )                                              Hampir sekitar 17 Jam kita berempat dikereta,ngantuk,lapar,dingin,panas kita lalui semua dengan gembira,banyak kegiatan yg kita lakukan dikereta mulai dari Selfie,Bbman,membuka socmed kadang kita melamun jg entah berantah memikirkan siapa :D 
                                     ( Kegiatan Selama di dalam kereta api :) )

Sekitar Jam 3 Dini hari kita tiba distasiun Surabaya Gubeng,ada cerita menarik disini ketika kita diusir keamanan stasiun, Hhahaha dan akhirnya kita istirahat didepan emperan toko untuk menunggu 2 teman kita dari Solo,sambil menunggu kereta selanjutnya menuju Stasiun Banyuwangi baru,menjelang subuh 2 teman kita pun datang Mas Agus dan Mas Dede 2 Mountainneer Senior yang banyak makan asam garam kehidupan.. hehe
Hampir 6 jam dikereta dari Stasiun Gubeng Surabaya menuju Stasiun Banyuwangi baru dan sekitar jam 11.00 kita tiba di Stasiun Banyuwangi baru

                                             ( Stasiun Banyuwangi Baru )

Tiba di Banyuwangi kita makan siang dulu mengisi energi untuk melanjutkan perjalanan lagi ke Pelabuhan Padangbai Bali,setelah nego harga kita sepakat naik bus dari Pelabuhan Ketapang sampai Terminal Ubung Bali.

                                         ( Menyebrang dari Ketapang ke Gilimanuk )

Makan waktu cukup lama hampir 6 jam kita dibus sebelum dioper naik Mobil Avp dari Ubung ke Padangbai,perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan.
Tiba malam hari sekitar jam 22.00 dipelabuhan Padangbai Bali,

                                           ( Pelabuhan Padang Bai Bali )

Setelah berdiskusi dan makan malam,kita sepakat untuk menyebrang ke Lombok Jam 24.00 biar sampai Pelabuhan Lembar Lombok itu subuh,lumayan dari Bali ke Lombok makan waktu 4 jam.

                                       ( Suasana dalam Kapal menuju Lombok ) 

Tiba dipelabuhan Lembar Lombok pas subuh kita langsung Carter Mobil menuju pintu masuk Taman Nasional Gunung Rinjani via Sembalun,Lombok dikala subuh mirip Bandung lho,sejuk,damai dan bersih, dan yang bikin kagum itu Lombok ternyata memiliki banyak mesjid yg gede dan bagus" LOMBOK memang keren :)
setelah disambut sunrise lombok kita berhenti dipasar aikmel untuk sarapan dan membeli Logistik buat pendakian,banyak hal unik disini terjadi mulai dari mas agus yg suka menggendong bayi, Bapur yang panik karena uangnya disembunyiin, dan susah nya mencari sosis dan baso dipasar aikmel belum lagi perbedaan bahasa, banyak warga pendagang disana menggunakan bahasa daerah asli lombok alhasil membuat saya bingung, dan jurus saya dikeluarkan yaitu menggunakan bahasa isyarat..hahahah

                                            ( Depan Pasar Aikmel,Lombok ) 

 Setelah merasa cukup membeli Logistik kita langsung bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju sembalun dan ternyata kita dioper kembali memakai mobil bak,tak apalah saya cukup senang dengan memakai mobil bak terbuka biar bisa melihat suasana dan merasakan udara sejuk lombok

                                            ( Menuju Desa Sembalun )

Sampai di Pos Pendaftaran Taman Nasional Gunung Rinjani kita langsung daftar dan membeli tiket masuk,setelah itu kita kembali diantarkan oleh supir mobil bak menuju desa Nao Bao ( Sembalun ) katanya desa ini cukup dekat perbandingan nya 1 jam kalau kita memulai pendakian dari Pos Pendaftaran yang lumayan jauh.

                                               ( Didepan Kantor Pendaftaran TNGR )

Tiba didesa kita memutuskan untuk istirahat dan bermalam dirumah salah satu warga yang mau menampung kita,saya lupa nama bapak nya tapi yang jelas mereka baik banget.banyak pengalaman dan hal - hal baru yang saya temui ketika bermalam didesa ini, mulai dari melihat kawanan sapi yang pulang sendiri kekandang nya masing-masing sampai ada ritual pernikahan warga desa yang mengharuskan setiap warga atau tetangga nya membawa beras atau buah-buahan, sungguh unik dan langka,kalau dikota kebanyakan orang membawa amplop atau kado,baru saya sadar ternyata suhu didesa ini lumayan cukup bikin bergetar tubuh ketika saya tidur diluar padahal itu jam 2 siang,apa lagi waktu malam, lantai rumahnya kaya lemari es,kalau kita tidak tidur berdempetan rasa - rasa nya saya tidak bisa tidur. haha
besok pagi nya tepat jam 06.00 waktu setempat kita bangun dan mempersiapkan diri buat pendakian,padahal suhu pagi disana dingin nya menusuk tapi saya beranikan diri buat mandi,saya ingat pesan ayah kalau mandi pagi apa lagi yang pertama akan diberi semangat dan kekuatan, haha mungkin ayah saya hanya membual tapi saya yakini dan saya bahagia.
Jam 07.00 kita persiapan dan pemanasan buat pendakian,setelah berdoa kitapun pamitan sama yang punya rumah lalu memulai pendakian,
                                           ( Packing,Stretching and Pray )   


Mendaki melintas bukit menahan berat beban,ranjau,sungai kering sampai rumput" ilalang kita lalui,entah ada berapa porter dan orang yang melewati kita,hahaha yang jelas saya menikmati pendakian ini.

Menjelang tiba dipos 1 saya melihat salah satu porter yang masih muda kayanya sih seumuran sama anak-anak Smp,antara kasian dan kagum anak sekecil itu harus memikul beban yang sangat berat 'Hidup itu memang keras ya boy' :((


Pos 1 Break dan Sarapan meskipun sudah mau siang sih :D

                                           ( Pos 1, Istirahat )

tak lupa berfoto mesra dulu dengan Mountaineer asal Prancis :))


Selesai Break dan makan kita melanjutkan pendakian menuju Pos 2, dari Pos 1 menuju Pos 2 kita disuguhkan dengan pemandangan yang sangat menakjubkan hamparan padang savana yang indah walau gersang dan matahari menyengat tubuh tak menyurutkan semangat kita :)


Tiba dipos 2 kita Break !!

                                            ( Pos 2, Break )

Dipos 2 mulai tercemar dengan sampah yang ditinggalkan entah porter atau pendaki yang jelas disini banyak sekali sampah menumpuk,sayang Rinjani yang Indah nya sudah sampai ke telingan para pendaki Asia dan Eropa mesti ternodai dengan menumpuknya sampah,disini kita istirahat bareng dengan pendaki asal malaysia dengan Guide asal Sembalun yang mahir berbahasa inggris dan melayu tak lupa kita berpose dengan Guide yang entah berapa kali sudah mendaki Gunung Rinjani :)


Sebelum melanjutkan pendakian,kita berbincang dulu dengan pendaki wanita asal Jerman sekilas sih mirip pacarnya Casey Stoner pembalap Moto gp Hahahha


Lanjut Pos 3,Perjalanan masih panjang katanya, Semangka ( Semangat kaka ) :)
entah berapa kali kita break mengatur napas,dari pos 2 menuju pos 3 track nya mulai bikin jantung berdetak hebat.

                                               
Jika kita menjalani nya dengan hati dan ikhlas semua akan terasa bahagia :)



Tiba di Pos 3 kita break dan makan siang, untuk mepersiapkan tubuh pada pos 3 extra dan Bukit Penyesalan, entah Penyiksaan yang jelas namanya naik gunung itu iya menanjak :D haha


                                           ( Pos 3,Break,Makan Siang )

Kasian Kepala suku kelihatan capek banget, :)


setelah menyantap mie dan beberapa potong buah, kita mulai kembali pendakian menuju pos 3 extra dilanjut bukit penyesalan, mangat !!



                                            ( Menuju Pos 3 Extra )

Langkah mulai gontai,ngomong udah ngawur ada marsha,Taz mania dan Donal bebek hhah karena bukit penyesalan, namun disela-sela istirahat kita, ada pengalaman yang sangat membanggakan,nenek moyang kita dulu dijajah sama bangsa asing, nah giliran kita sekarang bikin bingung orang asing dengan tingkah laku kita,walaupun prancis tidak menjajah indonesia namun aku senang membuat bingung mereka :D haha



Hari mulai gelap Plawangan sembalun belum terlihat juga, tapi disela-sela pergantian sore menjelang malam kita dapat senja :)


Akhirnya setelah menempuh hampir 12 jam,sekitar jam 19.00 kita sampai di Plawangan sembalun,mulai bergegas mendirikan tenda untuk menghindari terpaan angin dan dingin yang mulai menyerang,dilanjutkan dengan masak :)
namun karena kita masak nya gaduh kita sempat ditegor oleh salah satu porter katanya suara kalian mengganggu turis-turis saya yang nanti malam mau muncak, nah loh.hahah
setelah kita makan,kita pun tidur,rencana summit jam 24.00 tapi sebagian ada yang pules tidurnya mungkin karena kecapean, karena tidak tega membangunkannya summit diurungkan,hingga akhirnya kita pun bangun siang.namun setelah berdiskusi yang cukup alot kita sepakat bermalam lagi diplawangan untuk melakukan summit keesokan dini harinya:)

*Cerita waktu siang hari diplawangan saya sensor karena ada sesuatu yang tak bisa saya ceritakan* :D hahah 

setelah semua sepakat untuk summit jam 23.00 kita memulai tidur lebih awal sebelum mempersiapkan perbekalan menjelang summit,alarm mulai dinyalakan, tepat jam 23.00 kita bangun dan persiapan untuk summit,setelah berdoa kita pun memulai langkah dengan penuh keyakinan.
ternyata kita, team pertama yang memulai summit sedangkan orang lain dan bule-bule sedang asyik tidur.. hahah
Beruntung sekali cuaca sedang bagus,angin tak terlalu kencang jadi mempermudah langkah kita untuk Menggapai Puncak Rinjani bersyukur sekali saya atas karuniamu Tuhan. sedikit lagi menggapai puncak saya kaget ketika ada pendaki asing dengan memakai celana pendek dan kaos biasa menyalip kita,wajar saja dia memakai pakaian begitu mungkin di negara nya sudah terbiasa.
sekitar jam 4.30 sebelum terbit matahari alhamdulilah kita sudah sampai dipuncak dengan selamat dan penuh suka cita, ada yang menangis karena ingat anak dan istrinya,ada yang nangis karena jadi orang pertama dipuncak rinjani hari itu,ada yang diam terpaku,ada juga yang bergegas mengabadikan moment itu dalam sebuah kamera digital atau ponsel cerdas nya namun tak lupa kami berdoa dan bersyukur kepada sang maha kuasa atas semuanya, :)

Puncak Rinjani 1 September 2014 :))





*
Tanah yang ku injak sama sepertimu

Langit yang kujunjung sama sepertimu
Aku tak berbeda darimu
Udara yang kuhirup, kau hirup juga
Dingin yang kau rasa, ku rasakan sama

Kita tak terlihat beda Matahari takkan terlihat beda dari tempatmu
Bulan dan bintang kan terlihat sama dari tempatmu
Kan memberikan cahaya, yang sama untuk kita 

( Dialog Dini Hari - Aku Adalah Kamu )

*

Tanah ini begitu Indah Tuhan,Bantu kami menjaganya.amin





Terima Kasih dari lubuk hati yang paling dalam :)



Terima kasih sudah menyempatkan waktu membaca cerita saya,semoga kita berjumpa dipetualangan alam bebas saya berikutnya :) #SalamLestari #SalamHijauDanDamai


*Include Biaya Transportasi Bandung - Jakarta - Lombok  :
1. Baandung - Bekasi : Bus Primajasa AC EX ( Rp. 48.000 )
2. Stasiun Jakarta Kota - Stasiun Gubeng Surabaya ( Rp. 50.000)
3. Stasiun Gubeng Surabaya - Stasiun Banyuwangi Baru ( Rp. 38.000)
4. Bus 'Gunung Harta' Banyuwangi - Terminal Ubung Bali ( Rp. 40.000)
5. Mobil AVP Terminal Ubung - Pelabuhan Padang Bai ( Rp. 40.000)
6. Kapal Ferry, Pelabuhan Padang Bai Bali - Pelabuhan Lembar Lombok ( Rp. 40.000 )
7. Sewa Mobil Avp, Pelabuhan Lembar - Sembalun ( Rp. 550.000)
8. Simaksi ( Rp. 5.000/Orang )
#Untuk pulang tinggal dikali 2 aja, itu sebelum harga BBM naik :)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kisah dari Argopuro

Satu Malam di Gili Trawangan

Ada cerita dari Segara anak.